Online..Online..

Siang malam ku selalu
Menatap layar terpaku
Untuk on line.. on line..
On line.. on line..

Kira-kira begitulah potongan lirik lagu yang pernah populer tahun 2009. Lagu yang diciptakan oleh Saykoji itu emang menjadi miniatur gambaran fenomena yang mulai terjadi pada tahun itu di mana akses terhadap internet semakin mudah dan murah, meskipun kita masih jauh tertinggal dari negara lain untuk kemudahan dan kemurahan akses internet.

Tahun 2009 pula, tepatnya 17 Februari 2009, saya membuat akun jejaring sosial twitter dengan nama akun pertama kali @inunhyun. Hihi… Tapi twitter kala itu belum sebooming dua tahun belakangan, padahal twitter sudah ada sejak 2007. Facebook waktu itu masih jadi primadona jejaring sosial. Update status, chat, games, bahkan sampai belanja online bisa dilakukan di facebook. Saya pun masih banci facebook istilahnya. Hahaha.. Bayangkan dalam sehari saya bisa mengupdate status hingga puluhan kali. “Mandi aaahh…”, “Deeeuh mau makan tapi males keluar kosan!!”, ya hanya sekedar seperti itu :’))) *iye itu jaman laknat buat gue*

Tapi tak berlangsung lama. Awal 2010 saya pun perlahan meninggalkan facebook dan beralih ke twitter. Lama-lama sampai akhirnya log in facebook sebulan sekali pun nggak. Haha… Twitter itu lebih simple. Just like eat and go! Pilihan lebih banyak. Nggak suka ya tinggal unfollow, tapi over information kadang-kadang. 😀

Tak disangka twitter pun mengubah gaya hidup dan cara berpikir saya. Sekarang saya menjadi orang yang haus akan informasi (atau ketagihan twitter? Wallahualam ). Kalau nggak baca timeline sehari aja, bingung. Berasa jadi bodoh. Haha… sebegitu besarnya pengaruh twitter di hidup saya.
Etapi kok kesannya saya pake internet Cuma buat twitteran ya? Nggak juga lah. Ngana pikir, saya ngerjain tugas kuliah pake apa? Mbah google lah udah pasti! Haha! Trus gimana dengan kegunaan internet yang lain? Nge-blog walopun juaraang. Itu pun dari dulu punya beberapa blog. Nggak kopen kalo orang Jawa bilang. Ada sih satu blog yang masih aktif sampe sekarang, tapi itu pun cuma jadi ajang curhat. Hahaha.. Mungkin blog ini pun akan sama nasibnya. Tapi setidaknya, jadi memacu saya untuk lebih baik nge-blog. Lebih rapi, tertata, dan disiplin buat nulis. Oya, yang paling penting sih itu tadi yang di twitter. Buat baca berita. Lebih simple dan bisa milih berita yang kita mau aja.
Nah yang lain-lain piye? Duh, saya itu termasuk konservatif. Seumur hidup saya baru sekali belanja online. Itu pun karena barang yang saya mau beli tidak dijual secara konvensional. Bulan Mei lalu saya beli CD-nya Adera. Sekali itulah saya baru memanfaatkan online untuk belanja. Hahaa..

Buat saya, kalo ada cara manual dan online, saya memilih manual. Nggak tau kenapa. Tapi lebih nyaman. Errornya lebih bisa diminimalisir menurut saya. Tapi uniknya, saya lebih suka internetan via smartphone dibanding PC untuk sekarang ini. Karna ya itu tadi paling buka jejaring sosial. Hehe.. Ngapain di PC? Yang lain-lain ya bukanya kalo emang butuh aja. Udah nggak jor-joran online kalo ada wifi dan perangkat PC sekali pun.

Tapi kalo dibilang sekarang ini nggak bisa hidup tanpa internet, bisa dibilang iya. Akses terhadap informasi sangat dibutuhkan sekarang ini. Dan PR kita adalah untuk memilah dan memilih informasi yang bisa kita terima dan aplikasikan serta yang cukup kita tau aja. PR juga untuk pemerintah dan stakeholder, tolong diperbaiki infrastruktur fasilitas internet di Indonesia. Kecepatan internet di Indonesia hanya menempati peringkat 104, bahkan pernah menjadi yang terendah di kawasan Asia Pasifik (sumber: http://tekno.kompas.com/). Duh..  Padahal potensi ekonomi Indonesia sangat luar biasa.

Semoga pemerintah bisa mempercepat pembangunan internet cepat di Indonesia. Supaya apa? Ya supaya informasi lebih bisa dijangkau segala lapisan masyarakat. Harapannya sih biar mereka belajar berbagai informasi dan cerdas dalam memilih. Ujungnya apa? Orang yang belajar banyak hal biasanya berpikiran terbuka. Dan orang yang berpikiran akan berpikir seribu kali untuk melakukan hal negatif. Lha terus apa hubungannya dengan masyarakat? Duh, berita negatif yang saya baca di internet sudah kebangetan banyaknya. Rata-rata ya akibat masyarakat ga mau banyak tau tentang banyak hal. Dan internet (harusnya) bisa jadi solusi untuk itu. Semoga 

Advertisements

Anda Sedih? Dengarkan Musik Sedih!

Tidakkah kita sadari ketika kita sedih, kita lebih memilih musik sedih untuk melewati masa-masa sedih kita. Saya percaya banyak yang melakukannya, dan jarang yang melakukannya ketika sedih lantas mendengarkan lagu parti, ga cocok, mungkin itu alasannya.

Entah logika apa yang kita gunakan, apakah kita terus ingin sedih sampai mengeluarkan air mata karena tambah sedih ketika mendengarkan lagu sedih atau kita ingin mencurahkan dan menghabiskan rasa sedih kita dengan lagu sedih sehingga habislah rasa sedih dan air mata kita?

Begini alasan ilmiahnya. Seorang profesor Art and Humanities dari Ohio State University mengatakan bahwa ada hormon dalam tubuh manusia yang dapat menstabilan kondisi seseorang yang sedang sedih. Hormon itu adalah prolaction yang dapat meringankan depresi kesedihan yang datang. Nah lagu sedih yang kita dengarkan menciptakan kondisi sedih yang merangsang hormon itu untuk cepat bekerja dan menstabilkan kondisi emosi seseorang dengan menghilangkan depresi anda (sumber)

Jadi jangan lupa untuk mendengarkan lagu sedih, ketika anda bersedih, sehingga anda bisa bangkit dan melanjutkan hidup. Jika anda sudah memiliki cara tersendiri untuk melawan kesedihan, silahkan lanjutkan, jika tidak mungkin dapat mencobanya dengan mendengarkan lagu sedih, tentunya dengan lirik yang dapat dipahami isinya oleh anda.

Sumber : http://pendek.in/0kfo